Kamis, 15 Maret 2012

Jenis - Jenis Barter


 JENIS-JENIS BARTER
Perdagangan dengan barter telah dilakukan manusia sejak zaman dahulu, yaitu ketika belum ada alat tukar berupa uang. Barter adalah pertukaran barang dengan barang yang dibutuhkan oleh kedua pihak. Saat ini, barter masih diterapkan dalam pertukaran antarnegara. Mengapa kedua negara melakukan barter? Ada beberapa alasan, misalnya terjadi kelebihan produksi, kelangkaan mata uang asing, dan untuk meningkatkan kerja sama dua negara. Barter dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan barter langsung, barter alih, dan imbal beli.
Yang dimaksud dengan barter langsung adalah sistem pertukaran barang dengan barang secara langsung. Misalnya, Indonesia mengirimkan karet seharga lima ribu dolar dan Cina mengirimkan mesin dengan nilai yang sama. Apabila salah satu negara yang melakukan barter tidak bisa memanfaatkan sendiri barang hasil pertukaran, negaratersebut dapat mengalihkan barang ke negara lain. Barter ini disebut barter alih.
Bentuk barter lainnya adalah imbal beli. Imbal beli merupakan persetujuan untuk saling membeli barang/jasa yang dibutuhkan. Pemasok barang/jasa menerima sebagian atau seluruh pembayaran dalam bentuk barang/jasa lain. Misalnya, Indonesia yang ingin menjual kopra ke Brasil harus pula membeli suatu barang produksi Brasil.

Selasa, 13 Maret 2012

Kelebihan dan kekurangan uang logam


KELEBIHAN dan KELEMAHAN UANG LOGAM
            Uang logam disebut juga uang koin yang digunakaan sebagai alat transaksi ekonomi dan biasanya diterbitkan oleh pemerintah. Biasanya uang logam berbentuk bulat dan memiliki dua sisi,yaitu sisi yang menampilkan nilai uang dan sisi yang berbentuk gambar. Logam yang dijadikan sebagai alat tukar biasanya memenuhi syarat adalah emas dan perak. Selain itu juga disebut sebagai full bodied money (uang penuh). Artinya, nilai intrinsik ( nilai bahan ) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercamtum pada uang tersebut.
            Manfaat atau kelebihan uang logam yaitu :
·         - Sebagai alat tukar menukar yang kuat dan tahan lama ( durability ).
      - Mudah dibawa karena mengandung nilai besar dalam volume yang kecil dan mudah disimpan tanpa   
         mengurangi nilainya ( portability ).
·         - Mudah ditukar dengan barang – barang .
·         - Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu atau stabil ( stability of value ).
·         - Jumlah mencukupi dunia usaha ( elasticity of supply ).
·         - Mudah dibagmenjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilainya ( divisiability ).
·         - Kualitasnya mudah dikontrol.

Kekurangan atau kelemahan uang logam yaitu :
·         - Membawa uang logam dengan jumlah besar akan menimbulkan beban yang berat.
·         Apabila pembayaran dilakukan antarpedagang yang jaraknya jauh akan menambah biaya transport yang cukup besar dan mengandung resiko yang tinggi.
·         Persediaan bahan logam terbatas , sedangkan kebutuhan uang logam semakin bertambah.
·         Nilai tidak dapat selalu dikalkulas secara kuantitatif.
·         Kandungan emas yang dimiliki tiap daerah tidak sama yang menyebabkan persediaan emas tidak sama.